Standar QC Kabel Untuk Supplier Baru: Apa Yang Harus Engineer Evaluasi?
- Abigail Katuuk
- Dec 19, 2025
- 2 min read

Dalam industri manufaktur dan konstruksi, kabel kelistrikan bukan sekadar komponen pendukung. Kualitas kabel sangat menentukan keandalan sistem, keselamatan operasional, dan umur pakai peralatan. Karena itu, ketika perusahaan mempertimbangkan supplier kabel baru, peran engineer menjadi krusial dalam proses evaluasi kualitas (Quality Control/QC).
Bagi engineer, QC bukan hanya soal “lulus uji”, tetapi tentang memastikan kabel yang digunakan konsisten, aman, dan sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Berikut adalah parameter utama yang sebaiknya dievaluasi sebelum menyetujui supplier kabel baru.
1. Spesifikasi Material Konduktor
Hal pertama yang perlu diverifikasi adalah jenis dan kualitas material konduktor, umumnya tembaga atau aluminium. Engineer perlu memastikan:
Tingkat kemurnian material sesuai standar (misalnya tembaga dengan konduktivitas tinggi)
Penampang konduktor sesuai dengan spesifikasi teknis
Tidak ada indikasi material daur ulang berkualitas rendah yang dapat meningkatkan resistansi dan panas berlebih
Material yang tidak konsisten dapat menyebabkan penurunan performa dan risiko kegagalan jangka panjang.
2. Kualitas Isolasi Dan Pelindung Kabel
Isolasi berfungsi sebagai pengaman utama. Evaluasi mencakup:
Jenis bahan isolasi (PVC, XLPE, atau lainnya) dan kesesuaiannya dengan aplikasi
Ketahanan terhadap panas, kelembapan, dan bahan kimia
Ketebalan isolasi yang seragam di sepanjang kabel
Isolasi yang buruk berisiko menyebabkan kebocoran arus, korsleting, hingga potensi kebakaran.
3. Kepatuhan Terhadap Standar Dan Sertifikasi

Supplier yang kredibel harus mampu menunjukkan kepatuhan terhadap standar nasional maupun internasional, seperti SNI atau IEC. Engineer sebaiknya memeriksa:
Dokumen uji laboratorium
Sertifikat produk yang masih berlaku
Kesesuaian standar dengan kebutuhan OEM atau proyek
Sertifikasi bukan formalitas, tetapi bukti bahwa kabel telah melalui pengujian keselamatan dan performa.
4. Konsistensi Proses Produksi
Kualitas kabel tidak dapat dinilai hanya dari satu sampel awal. Engineer perlu memahami apakah supplier memiliki prosedur QC internal yang terdokumentasi dan dijalankan secara konsisten, bagaimana tingkat konsistensi hasil produksi antar batch, serta apakah supplier memiliki sistem traceability yang memadai jika terjadi masalah di lapangan.
Supplier dengan proses produksi yang stabil dan terdokumentasi dengan baik umumnya lebih dapat diandalkan untuk mendukung kebutuhan produksi dan operasional dalam jangka panjang.
5. Uji Mekanis Dan Elektrikal
Pengujian seperti uji tarik, uji lentur, dan uji tahan tegangan penting untuk memastikan kabel mampu bekerja sesuai kondisi operasionalnya. Hasil uji ini membantu engineer memprediksi ketahanan kabel selama masa pakai.
Evaluasi QC kabel untuk supplier baru bukan sekadar proses administratif. Pendekatan QC yang tepat sejak awal akan menghemat biaya, waktu, dan potensi masalah di kemudian hari.
PT Mandiri Jaya Kabelindo merupakan pabrik kabel ternama di Jakarta yang berkomitmen untuk menyediakan kebutuhan komponen kelistrikan dengan kualitas yang teruji untuk industri elektronik Anda. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan produk yang tahan lama, hemat energi, dan mendukung efisiensi produksi Anda!




Comments